PRAMUKA DI ERA GLOBAL
MERAJUT SOLIDARITAS ANAK BANGSA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi, suatu kata yang tidak asing pada masa kontemporer ini, suatu kata yang sudah mendarah daging dalam benak masyarakat dunia umumnya dan Indonesia khususnya. Globalisasi adalah sebuah sistem dunia yang semakin menegaskan wujudnya pasca Perang Dingin. Jika pada masa Perang Dingin dunia ditandai oleh pembagian wilayah yang jelas antara blok Barat (kapitalis), blok Timur (komunis) dan non-blok (negara-negara berkembang), maka globalisasi ditandai oleh integritas dunia melalui jaringan informasi dan penemuan teknologi transportasi yang semakin mengaburkan batas-batas wilayah teritorial.[1]
Globalisasi di masa sekarang sudah tidak mengenal batas wilayah dan waktu. Teknologi yang berkembang semakin mendongkrak laju globalisasi terutama di bumi pertiwi ini. Globalisasi di bumi pertiwi membawa berbagai macam hal. Mulai dari pakaian, makanan, gaya hidup, perilaku, kepribadian dan pengetahuan.
Globalisasi mengandung nilai positif yang berguna bagi masyarakat. Misalkan sebuah Negara yang menjadi jalur arus globalisasi masyarakatnya tidak akan tertinggal oleh teknologi. Namun sayangnya para era globalisasi sekarang, kemajuan teknologi sering disalahgunakan oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Bagi mereka yang yang tidak bertanggungjawab, maka akan sangat mudah menyalahgunakan di era ini dengan berbagai perilaku yang menyimpang.
Contohnya, kini marak kasus bom dengan label paket buku yang dikirimkan ke perusahaan atau perkantoran. Sebagaimana yang terjadi pada pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani, yang juga menerima paket buku bom seperti tiga paket bom lainnya yang diterima di tiga lokasi berbeda.[2] Dia sebagai publik figur pun tidak luput dari ancaman bom buku ini. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia saling membenci, bermusuhan satu sama lain.
Pola perilaku masyarakat pada era globalisasi, cenderung individual bahkan sampai kepada egosentris. Sikap individualisme atau mementingkan diri sendiri dan kelompoknya hampir mendarah daging. Masyarakat Indonesia yang dulu merupakan masyarakat yang ramah, penuh cinta dan kasih sayang, kini berubah menjadi masyarakat yang egois dan tidak mempunyai jiwa solidaritas. Sehingga mudah sekali muncul rasa saling curiga, yang memicu permusuhan dan berujung pada perpecahan dan konflik.
Pramuka sebagai generasi penerus bangsa memiliki andil dalam membangun rasa persaudaraan antarsesama. Sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar, bahwa Gerakan Pramuka menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian.[3]
Perkemahan di dalam Pramuka dapat memupuk rasa solidaritas anak dengan orang lain. Karena kita ketahui bersama bahwa rasa persaudaraan amat penting di dalam kehidupan manusia. Manusia yang memiliki jiwa persaudaraan yang kuat di masa hidupnya akrab senantiasa merasa tentram dan damai. Kecil kemungkinan terjadinya konflik dengan orang atau kelompok lain.
B. Rumusan Masalah
Sebagaimana latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah:
1. Bagaimana Pramuka dapat menyatukan perpecahan yang terjadi di bumi pertiwi?
2. Bagaimana peran Pramuka di era globalisasi dalam merajut solidaritas dan persaudaraan anak bangsa?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui peran serta Pramuka dalam membangun persaudaraan antar sesama.
2. Mengembangkan peran serta Pramuka dalam persatuan dan kesatuan bangsa.
D. Manfaat Penulisan
1. Menambah wawasan penulis serta pembaca.
2. Ikut serta dalam menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Memberikan informasi ilmiah tentang membangun persaudaraan antarsesama.
4. Sebagai pustaka Ambalan Pandawa Srikandi SMAN 1 Purwokerto.
E. Batasan Istilah
Untuk menghindari kesalahan dalam mengartikan karya tulis ini maka perlu dilakukan pembatasan istilah sebagai berikut:
Pramuka adalah orang yang muda yang suka berkarya. Dalam tulisan ini yang dimaksudkan adalah anggota Gerakan Pramuka yang siap sedia untuk merajut solidaritas dan persaudaraan anak bangsa.
Era global, menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.[4]
Globalisasi dapat diartikan bermacam macam tergantung situasi dan kondisi. Disini kami jelaskan globalisasi adalah proses kemajuan teknologi yang berdampak pada sifat manusia dalam bertindak, berfikir dan merasa. Maka dapat diartikan sebagai perkembangan pola perilaku masyarakat yang tak terbatas. Sehingga terkadang cenderung berperilaku menyimpang dari norma yang berlaku.
Solidaritas adalah kesetiakawanan, perasaan sepenanggungan.[5] Jadi solidaritas dalam tulisan ini adalah sikap kesetiakawanan atau persaudaraan terhadap sesama untuk merajut (membangun) bangsa dalam kebersamaan.
Anak Bangsa adalah anak yang berada pada suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama.[6] Jadi anak bangsa yang dimaksud adalah generasi penerus bangsa yang memiliki cita-cita membangun bangsanya.
Maka dalam tulisan ini yang dimaksud dengan Pramuka di Era Global Merajut Solidaritas Anak Bangsa adalah Anggota Gerakan Pramuka sebagai generasi penerus bangsa, bersiap sedia untuk merajut (membangun) bangsa dalam bingkai persaudaraan (brotherhood) dan kebersamaan di era kemajuan teknologi yang berdampak pada perilaku masyarakat yang cenderung individualistik dan rawan perpecahan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Resolusi Konferensi Kepramukaan Sedunia pada tahun 1924, bertempat di Kopenhagen Denmark, menyatakan bahwa sifat kepramukaan adalah: Pertama, Nasional, artinya kepramukaan itu diselenggarakan di masing-masing negara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut. Kedua, Internasional, yang artinya kepramukaan harus dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antarsesama anggota kepanduan (Pramuka) dan sebagai sesama manusia. Ketiga, Universal, artinya kepramukaan itu dapat berlaku untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja.[7]
Selain itu, menurut Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang Anggaran Dasar gerakan Pramuka, sifat Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut:
1. Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia,
2. Gerakan pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
3. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.
4. Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga.
5. Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agam dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaan itu.
Dalam Gerakan Pramuka kita mengenal adanya api unggun, dari kegiatan itu kita bisa mengambil nilai-nilai pendidikan atau pesan moral dalam penyalaan api unggun. Diantaranya mempererat persaudaraan, memupuk kerjasama (gotong royong), menambah rasa keberanian dan kepercayaan pada diri sendiri, mengembangkan bakat, membuat suasana kegembiraan dan kebebasan, memupuk disiplin bagi pelaku dan penonton. Api unggun adalah bentuk yang hidup dan gambaran yang nyata dari persaudaraan perkemahan dan api unggun bukanlah untuk penyembahan api.[8]
BAB III
METODOLOGI PENULISAN
Untuk memudahkan pemahaman dan alur pikir serta penulisan secara sitematis, konsisten dan integratif, maka sistematika penulisan karya tulis ini disusun sebagai berikut:
Bab I memuat tentang pokok- pokok pikiran dasar yang menjadi landasan bagi pembahasan selajutnya, yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, dan Batasan Istilah.
Bab II membahas tentang kajian pustaka.
Bab III memuat mengenai metodologi penulisan yang terdapat dalam penulisan karya tulis ini.
Bab IV memuat tentang pembahasan isi dari penulisan karya tulis ini, yang meliputi Manusia di Era Globalisasi, Pendidikan Gerakan Pramuka, Kegiatatan Ambalan Pandawa Srikandi SMAN 1 Purwokerto, Peran Pramuka dalam Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Pramuka sebagai Perekat Bangsa dalam Bingkai Persaudaraan.
Bab V pada bab ini berisi penutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Manusia di Era Globalisasi
Globalisasi, mungkin di antara kita sudah bosan mendengar istilah ini. Oleh para pendukungnya, globalisasi dianggap air pasang yang sudah tiba saatnya, laksana langit yang hendak runtuh, niscaya tidak akan dapat dibendung, apalagi hanya dengan dua telunjuk kecil yang hanya mampu menanggung beban secangkir kopi panas dan sebuah batang rokok.[9]
Bagi dunia bisnis, mereka menganggap globalisasi adalah ladang baru untuk bisnis besar yang akan mencetak pundi-pundi uang yang berlimpah ruah. Karena pasar bebas akan segera diberlakukan, sehingga nantinya uang adalah menjadi kekuasaan tertinggi dari sebuah peradaban, melebihi derajat kemanusiaan sang pembuat uang itu sendiri.[10]
Meskipun bagi dunia bisnis globalisasi sangat menguntungkan namun dari sudut lain globalisasi dapat dikatakan sangat merugikan. Yang akan kami jelaskan di sisni adalah bagaimana pengaruh globalisasi terhadap perkembangan anak.
Contohnya seorang pelajar yang terkena dampak globalisasi akan bersifat konsumtif. Contoh lain, pelajar yang sudang keranjingan internet akan lebih suka duduk berjam-jam di depan komputer untuk berchatting ria dengan teman onlinenya daripada bermain bersama teman-temannya. Dengan kata lain, kontak sosial dengan orang lain akan semakin berkurang. Padahal banyak hal yang harus dilakukan pelajar.
Pelajar yang lebih suka duduk manis di depan internet cenderung perdiam dan tidak banyak teman, temannya hanya sebatas teman chatting. Berbeda dengan orang yang aktif di organisasi, mereka akan mempunyai banyak teman dan banyak pengalaman.
Kita ketahui bersama bahwa teman di dunia maya cenderung hanya dapat menyenangkan hati kita. Dan disaat kita ada masalah apakah mungkin mereka dapat menolong? Sayangnya di dunia sekarang ini sudah banyak manusia yang termakan arus globalisasi. Perhatikanlah anak anak di sebuah perumahan. Mereka cenderung tidak mempunyai teman. Jangankan hafal nama anak di komplek lain, nama anak yang rumahnya satu komplek dengannya pun mungkin tidak semua mereka kenal.
Ditambah lagi kini sudah marak proses belajar homeschooling yang memungkinkan si anak hanya bertemu beberapa orang saja dalam satu hari. Dan apakah mungkin anak ini memiliki jiwa solidaritas dan persaudaraan? Tentu tidak, anak ini tidak mempunyai teman dan ia hanya sedikit berinteraksi dengan orang lain.
Yang dikhawatirkan saat ini adalah jika rasa persatuan, persaudaraan dan solidaritas hilang dari bumi pertiwi ini. Maka manusianya akan menjadi manusia yang egois dan tidak suka menolong. Dan itu semua sama sekali bukan karateristik orang Indonesia.
Globalisasi memang tidak sepenuhnya buruk. Di saat kita dapat memanfaatkan sisi baik dari globalisasi maka kita akan mendapat pula manfaatnya. Pramuka di era globalisasi amat membantu mempersatukan solidaritas anak. Di dalam pramuka taerdapat banyak kegiatan yang dapat menyatukan rasa persaudaraan, karena adanya rasa persaudaraan sangatlah penting.
Di saat rasa persaudaraan tertanam dalam diri kita masing-masing maka ketentraman akan selalu menyertai setiap langkah kita tidak akan ada lagi perpecahan dan konflik di dalam masyarakat. Dan bumi pertiwi akan kembali tersenyum karena manusianya adalah manusia yang memiliki jiwa persaudaraan.
B. Pendidikan Gerakan Pramuka
Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak.[11]
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.

Gambar Suasana berkemah memberikan ruang persaudaraan antarsesama
Sedangkan yang dimaksud kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Boy Scouts, gerakan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan karakter anak-anak dan remaja di masa dewasa nanti. Gerakan ini bermula di Inggris di tahun 1907 oleh Sir Robert Baden-Powell, yang program-program dasar gerakannya diilhami oleh dua organisasi remaja yang telah lebih dahulu terbentuk : Sons of Danie Bone, didirikan oleh Daniel Carter Beard seorang naturallis-illustrator, dan Woodcraft Indian, yang dipelopori olehErnest Thompson Seton seorang penulis Inggris kelahiran Kanada.
Kepanduan telah berkembang pesat lebih dari 140 negara di dunia. Organisasi-organisasi kepanduan internsional adalah organisasi yang independen tetapi biasa bertemu setiap dua tahun sekali dalam Boy Scout World Conferene. Biro kepanduan sedunia (The Boy Scout World Bureau) berada di Jenewa, Swizerland, berfungsi sebagai sekertariat organisasi.
Di dalam kegiatan Pramuka terdapat banyak kegiatan yang mendidik kedisiplinan dan tanggung jawab namun dengan konsep gembira dan menyenangkan. Kegiatan-kegiatan pramuka yang bertajuk alam ini biasanya digemari oleh anak terutama di usia remaja.
Gambar Pertemuan Pramuka sebagai ajang unutk mempererat persaudaraan
Kegiatan ini bertujuan agar anggotanya merasa senang terhadap kegiatan Pramuka dengan tidak mengesampingkan tujuan dan manfaatnya. Yang dimaksud dari kalimat di atas adalah, kegiatan pramuka banyak mengandung manfaat yang dapat di ambil tetapi Pramuka juga merupakan kegiatan yang menyenangkan. Karena itu Pramuka dapat menjadi alternatif cara untuk membentuk karakter anak di masa sekarang ini.
C. Kegiatan Ambalan Pandawa Srikandi SMAN 1 Purwokerto

Gambar Kegiatan MKPT yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antara Dewan Ambalan dan siswa kelas X
MKPT (Manggala Karya Pramuka Tama) merupakan salah satu program kerja Ambalan Pandawa Srikandi SMAN 1 Purwokerto. Kegiatan yang dilakukan satu tahun sekali ini melibatkan Dewan Ambalan dan siwa kelas X. Dan di setiap tahun MKPT dilaksanakan di tempat yang berbeda. Pada tahun 2011 Curug Ceheng menjadi tempat dilaksanakannya acara. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam.
Di dalam MKPT terdapat berbagai kegiatan yang positif. Di awal kegiatan peserta dituntut dapat mendirikan tenda sederhana. Di sini kerjasama kelompok sangat dibutuhkan. Setelah itu terdapat berbagai game yang bermanfaat yang dapat meningkatkan kerjasama di mana semua pesarta harus bisa mengisi satu sama lain.
Di malam hari seluruh panitia dan peserta berkumpul dan membentuk satu lingkaran besar untuk melaksanakan tradisi pramuka yaitu api unggun. Dalam kegiatan api unggun semua peserta dapat merasakan makna persaudaraan diiringi suara gitar dan nyanyian kecil. Malam harinya seluruh peserta menata kembali tenda agar dapat digunakan untuk tidur.
Lalu pada pagi harinya para peserta kelas X mengikuti game-game menarik. Game ini melatih kerjasama dan kekompakan peserta karena di saat satu anggota melakukan kesalahan maka akan kalah seluruh anggotanya. Lalu pada game ini juga memerlukan kekuatan fisik, kecepatan dan ketepatan.
Semua anggota diperlakukan sama di dalam kegiatan ini. Tidak ada yang dianak emaskan apalagi di anak tirikan. Itu semua secara tidak langsung akan mempererat persaudaraan semua anggota. Tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan ini antara lain:
1. Ini melatih kemandirian.
2. Siswa dituntut untuk disiplin dan tepat waktu.
3. Siswa dituntut untuk saling bekerja sama dalam segala hal.
4. Mempererat tali persaudaraan antara siswa kelas X dengan siswa kelaas X, Dewan Ambalan dengan Dewan Ambalan. Dewan Ambalan dengan siswa kelas X.

Gambar Menggambarkan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan SMAN 1 Purwokerto
Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) merupakan kegiatan untuk mengorientasi siswa baru agar lebih mengenal pramuka APS, sekaligus untuk menerima siswa baru menjadi Tamu Ambalan. Kegiatan ini dilakukan seminggu setelah MOS. Dalam kegiatan ini para pramuka dikenalkan dengan kegiatan pramuka di SMAN 1 Purwokerto.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari satu malam yang diadakan di lingkungan SMAN 1 Purwokerto. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai pengenalan pertama sisa-siswi baru SMAN 1 Purwokerto.

Gambar merupakan kegiatan Pelantikan Calon Penegak SMAN 1 Purwokerto
Pelantikan Calon Penegak (PCP) Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih 3 bulan setelah PTA yang dilaksanakan satu tahun sekali. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendidik para tamu ambalan untuk menjadi penegak yang berjiwa tri satya dan dasa dharma, sekaligus melantik tamu ambalan menjadi anggota ambalan dan disematkannya badge ambalan.
Kegiatan yang berlangsung dua hari satu malam ini berisi kegiatan-kegiatan dan game-game yang menuntut para siswa harus berjuang untuk mendapatkan badge ambalan pandawa srikandi. Kedisiplinan dan ketangkasan sangat dibutuhkan di sini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pramuka SMAN 1 Purwokerto. Tujuan lain dari kegiatan ini adalah mengajarkan tanggung jawab, menambah solidaritas dan jiwa kebersamaan.

Gambar 4, merupakan dokumentasi perjalanan Gladi Wira Ksatria Indraprasta
Gladi Wira Ksatria Indraprastra (GWKI) Kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada Sangga Tunas Muda yang dilaksanakan 4 hari 3 malam ini adalah pendidikan dan pelatihan yang dilakukan seperti tracking, SAR darat, SAR air, navigasi, pemecahan masalah. Semua kegiatan di GWKI dimaksudkan untuk membangun jiwa korsa, kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian.Kegiatan ini dilakukan untuk melatih calon bantara yang akan dilantik menjadi bantara SMAN 1 Purwokerto.
Karya Bakti Budi Laksana (KBBL) Kegiatan ini merupakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan untuk membaktikan diri kepada masyarakat. Pembaktian tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti pelatihan kepada pemuda, pembersihan lingkungan, pembagian alat sekolah, dan bahan makanan kepada yang membutuhkan.
Semua kegiatan itu dilaksanakan dengan maksud dan tujuan berbeda. Tetapi ada satu makna yang tertanam di dalam semua kegiatan di atas yaitu rasa persaudaraan dan jiwa solidaritas.
D. Peran Pramuka Dalam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
Seperti halnya oraganisasi lain Pramuka pun mempunyai andil untuk dapat menyatukan jiwa persatuan dan juga menanamkan jiwa persaudaraan.
Terkait pembangunan karakter, sejumlah hal yang harus diperhatikan, dikembangkan dan diolah. Pramuka membangun akhak anak bangsa yang baik, berbudi pekerti, berpikir positif, tangguh, percaya diri tetapi tidak takabur, disiplin, inovatif, kerjasama dan rukun serta memiliki kesetiakawanan. Betapa pentingnya gerakan pramuka, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Ada tiga pilar utama menuju bangsa yang maju yang berkaitan langsung dengan gerakan pramuka adalah membangun pradaban yang mulia. Salah satu hal yang penting dalam membangun pradaban bangsa yang mulia adalah membangun karakter. Pembangunan karakter itu bisa dilakukan didalam gerakan pramuka dengan berjenis latihan dan keterampilan karena Pramuka memiliki banyak kegiatan yang amat bermanfaat.
Sebagai organisasi sosial Gerakan Pramuka menitik beratkan pada pembinaan mental dan disiplin yang tinggi kepada para anggotanya. Pramuka terbukti mampu melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung jawab. Oleh karenanya gerakan pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan dikalangan anak dan kaum muda. Gerakan Pramuka adalah mendidik anak dan kaum muda agar berwatak dan berkepribadian luhur serta memiliki jiwa bela negara yang andal. Pendidikan pramuka berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal. Untuk mencapai maksud tesebut dilaksanakan kegiatan kepramukaan melalui proses pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
Gerakan Pramuka sangat baik dalam pembentukan ''human character building'' (pembentukan karakter manusia) yang terbukti mampu menciptakan insan yang mandiri dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan semuanya itu agar tiap-tiap jenjang pendidikan memasukkan pendidikan gerakan pramuka diantaranya bisa dimasukkan dalam pendidikan pengembangan diri, ekstrakurikuler atau yang sejenisnya. Dikatakan juga gerakan pramuka mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Dasar Dharma Pramuka.[12]
Pada saat sekarang ini masyarakat sudah kehilangan rasa nasionalisme dan bela negara. Mereka sudah tidak peduli akan kesadaran bela Negara. Rasa nasionalisme sangat penting karena di dalamnya juga menyangkut persaudaraan dan solidaritas.
Tujuan Pramuka dalam membangun kesadaran akan berbangsa dan bertanah air antara lain:
1. Menambah kedisiplinan.
2. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
3. Menumbuhkan kepribadian luhur.
4. Menumbuhkan rasa bela Negara.
E. Pramuka Sebagai Perekat Bangsa Dalam Bingkai Persaudaraan
Satu bulan yang lalu di Pengadilan Negeri Temanggung tarjadi unjuk rasa.”Massa mendobrak pintu gerbang yang dijaga polisi dan aparat koramil (komando rayon militer). Mereka juga masuk ke halaman belakang, kemuidian merusak dan membakar mobil ini. Saat itu, semua ketakutan karena halaman belakang gereja tak ada pintu keluar,” ujar Andrea sambil menunjukkan mobil yang dibakar massa.[13]
Saat tegang itulah, api berkobar besar seiring dengan terbakarnya mobil. Ketika api membesar, sejumlah pekerja yang putus asa tiba-tiba melihat ada beberapa warga yang tinggal di belakang gereja datang mengulurkan bantuan. Warga di belakang gereja yang tinggal di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung Kota,membantu evakuasi orang-orang yang terjebak di gereja. Karena halaman gereja dan kampong terpisah sungai untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak. Alhasil, orang-orang yang ada di dalam gereja pun selamat.[14]
Jiwa solidaritas memang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan bermasyakat. Masyarakat yang memiliki jiwa persaudaraan tinggi akan senantiasa merasa aman dan tentam, manusianya akan saling bantu membantu. Tidak ada konflik dan permasalahan yang timbul selagi masyarakatnya masih memiliki solidaritas yang kuat.
Menyambung cerita di atas untuk mewujudkan generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dan menentukan. Gerakan Pramuka memberi ruang, wadah, dan media dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat. Gerakan Pramuka memberi ruang untuk membangun generasi muda yang cerdas, tangguh, luhur budi pekertinya, serta rukun, dan bersatu.
Gerakan pramuka juga menduduki peran yang makin penting di era global sekarang ini. Era globalisasi telah menghadirkan tumbuhnya gejala universalisme dan transnasionalisme yang kian menguat. Globalisasi juga berpotensi menumbuhkan gejala denasionalisme atau melemahnya rasa kebangsaan. Gerakan Pramuka dengan ragam kegiatan yang bernuansa cinta tanah air memegang peran penting untuk mempertebal semangat nasionalisme di tengah-tengah fenomena globalisasi itu, ungkap Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Pesawaran.[15]
Contoh nyata Gerakan Pramuka dalam hal mempererat tali persaudaraan adalah pada saat terjadi gempa bumi di Magelang dan Jogjakarta. Beberapa anggota Gerakan Pramuka menjadi tim SAR dan relawan untuk membantu korban bencana Merapi. Bukan hanya bantuan jasa, para anggota Pramuka pun menggalang dana untuk meringankan derita korban Merapi. Hal ini membuktikan bahwa Pramuka memiliki andil dalam mempererat tali persaudaraan antarsesama.
Di era global yang manusianya rata-rata bersifat individualisme Pramuka sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak, antara lain:
1. Menghindarkan dari sifat universalisme atau egois.
2. Menumbuhkan rasa kesetiakawanan.
3. Memperarat tali persaudaraan dan solidaritas.
4. Menjadikan manusia yang rela berkorban dan suka menolong.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pramuka memegang peran yang sangat menentukan di dalam mempererat persaudaraan dan solidaritas anak bangsa. Karena persaudaraan akan senantiasa membawa ketenraman dan perdamaian. Era globalisasi telah menghadirkan tumbuhnya gejala denasionalisme atau melemahnya rasa kebangsaan, sehingga manusianya memiliki ego tinggi, tidak menyatu dan sering menimbulkan perpecahan. Maka dari itu Pramuka mempunyai andil untuk menyatukan perpecahan dalam anggotanya, mempererat tali persaudaraan di antara para anggotanya dan menumbuhkan jiwa solidaritas di dalam diri anggotanya masyarakat.
B. Saran
Sebagai bagian dari tulisan ini maka dengan penuh kesadaran penulis memberikan saran yang bersifat membangun diantaranya:
1. Bagi penulis, banyak kekurangan dalam penulisan karya tulis ini. Tetapi paling tidak ini adalah sumbangsih dalam menggalang rasa persaudaraan kita menuju Indonesia bersaudara.
2. Bagi pembaca, tulisan ini adalah citraan tentang solidaritas dan persaudaraan di era global. dapat diambil intisari untuk dikembang luaskan pada tulisan yang lain agar lebih berguna.
3. Bagi Gerakan Pramuka, untuk ikut serta dan secara terus menerus mengembangkan kegiatannya dalam membangun persatuan, persaudaraan dan solidaritas antarsesama.
4. Bagi masyarakat, tulisan ini paling tidak, dapat mengilhami untuk senantiasa menjaga rasa solidaritas dan persaudaraan menuju Indonesia gemilang.
[1] http/:Wikipedia.com
[3] Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 8 Ayat 2.
[4] http://id.wikipedia.org, di akses pada hari Rabu, 23 Maret 2011.
[5] Tim Prima Pena, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Gita Media Press, 2006. Hlm 443.
[6] http://id.wikipedia.org
[7] Andi Bob Sunardi, Boyman Ragam Latih Pramuka, Cetakan IV, (Bandung: Nuansa Muda, 2006). Hlm 4.
[8] http://pramukasman1lubukbasung.blogspot.com (Sumber: Pedoman Lengkap Gerakan Pramuka), diakses tanggal 22 Maret 2011.
[9] Balipost.blogspot.com, diakses tanggal 22 Maret 2011
[10] Balipost.blogspot.com, diakses tanggal 22 Maret 2011
[11] Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 8 Ayat 2.
[13] Harian Kompas, 21 Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar